Jumat, 17 Oktober 2014

Pancasila, Ideologi, Nilai, Paradigma Pembangunan

A. Pengertian Pancasila

1. Muhammad Yamin

Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang  berarti sendi, asas, dasar, atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian, Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.


2. Ir. Soekarno 
Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun - menurun yang sekian abad lama terpendam bisu oleh kebudayaan barat. Dengan demikian, pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.

3. Notonegoro
Pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia. Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan, serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.



B. Ideologi

Ideologi berasal dari bahasa Latin (idea : daya cipta sebagai hasil kesadaran manusia || logos : ilmu). Istilah ini diperkenalkan oleh filsuf Perancis A. Destut de Tracy (1801) yang mempelajari berbagai gagasan (idea) manusia serta kadar kebenarannya. Pengertian ini kemudian meluas sebagai keseluruhan pemikiran, cita rasa, serta segala upaya, terutama dibidang politik.

Ideologi juga diartikan sebagai falsafah hidup dan pandangan dunia.

C. Nilai

Pengertian Nilai

Dalam pandanga filsafat nilai sering dihubungkan dengan masalah kebaikan. Sesuatu dikatan mempunyai nilai, apabila sesuatu itu berguna, benar (nilai kebenaran), indah (nilai estetika), baik (nilai moral), religius (nilai religi), dst.

Nilai itu ideal, bersifat ide. Karena itu, nilai adalah sesuatu yang abstrak dan tidak dapat disentuh oleh panca indra. Yang dapat ditangkap adalah barang atau laku perbuatan yang mengandung nilai itu.

Ciri ciri Nilai

1. Nilai nilai yang Mendarah Daging

Yaitu nilai yang menjadi kepribadian bawah sadar atau yang mendorong timbulnya tanpa berpikir lagi. Contoh : Orang yang taat beragama akan menderita beban mental apabila melanggar salah satu norma agama tersebut.

2. Nilai yang Dominan
Yaitu merupakan nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya.

Macam macam Nilai

Menurut Prof. Dr. Notonegoro, menggolongkan nilai kedalam 3 bagian, yaitu :


1. Nilai Material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia.
2. Nilai Vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.
3. Nilai Kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jiwa/rohani manusia. Nilai kerohanian dapat dibedakan atas 4 macam, antara lain :
a) Nilai Kebenaran/kenyataan yang bersumber dari unsur akal manusia.
b) Nilai Keindahan yang berasal dari unsur rasa manusia.
c) Nilai Moral/Kebaikan yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan.
d) Nilai Religius, yaitu merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tinggi dan mutlak yang bersumber dari keyakinan/kepercayaan manusia.

D. Paradigma Pembangunan

Secara umum, yang dimaksud paradigma pembangunan adalah suatu model, pola berfikir sebagai upaya untuk melaksanakan perubahan yang direncanakan guna mewujudkan cita cita kehidupan masyarakat menuju hari esok yang lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar